Sejarah, alasan kenapa Express Wi-Fi ada di Kampung Candi Lontar Surabaya

Saat ini ada total 8 titik Express Wifi dengan coverage area yang luas yang kami tempatkan di Candi Lontar Wetan dan Candi Lontar Utara. Ada alasan tersendiri kenapa kami menyebarkan koneksi Expres Wi-Fi by facebook & D~NET di Candi lontar, disamping susahnya sinyal cellular dan antusiasme masyarakat sekitar dalam mempelajari internet, ternyata ada sejarah yang cukup menarik untuk diceritakan.

Kampung candi lontar dulu yang masih asri

Dari nama Candi Lontar saja sudah menimbulkan pertanyaan bagi kami, apakah memang ada candi disekitar perkampungan tersebut? Setelah kami mencari tahu dari berbagai sumber, memang ada sejarah tersendiri di tempat tersebut. Jika dilihat lagi, di Kecamatan Lakasantri ada beberapa desa memiliki nama cukup unik yaitu Candi Lontar, Candi Lempung dan Kuwukan. Ternyata tidak hanya namanya yang tersiratkan sejarah, di tempat- tempat tersebut memang dikenal pernah ada sebuah kerajaan yang kemudian tenggelam. Beberapa lokasi di kampang Candi Lontar sendiri pernah ditemukan sebuah situs purbakala berupa candi yang sudah tidak sempurna.

Sesepuh kampung Candi Lontar yaitu H. Mohamad Misrun mengatakan, dulu pernah ada instansi terkait yang pernah melakukan Survey namun tidak jadi karena candi yang ditemukan masih sedikit, disamping itu candi- candi tersebut kemungkinan ada di bawah rumah- rumah warga yang membuat ijin penggalian menjadi mandek. Mungkin jika digali lebih dalam lagi, akan ada sejarah panjang yang bisa ditemukan.

Oleh warga, tepat di tempat penemuan candi itu dijadikan tempat pemujaan, terutama saat upacara sedekah bumi. Ada juga pohon beringin yang disarungi kain putih dan di kaki pohon ditempatkan sesaji berupa beragam kembang. Sedekah bumi itu dilakukan warga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Kuasa atas kesuburan lahan pertanian. Tapi sekarang sudah melebar bahkan disertai dengan tayub. Biasanya setelah perayan 17 Agustus warga mengirim sesaji ke beberapa pohon beringin putih. ltu warga asli, sedang yang pendatang tentu saja tidak.

Semua daerah memiliki nama sendiri-sendiri dan mengandung makna yang berarti. Sekarang Lontar sudah banyak berubah, banyak pertokoan dan harga tanah menjadi selangit. Meskipun kami gagal menemukan lokasi candi lontar yang dimaksud, bisa jadi karena sudah rusak dan menghilang karena kurangnya upaya pemerintah menjaga situs bersejarah tersebut. Namun, kita hanya bisa berharap semoga cerita dari Candi Lontar dan tempat lain bersejarah tidak hilang dan tetap dapat diceritakan kepada anak cucu kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.