5 Tips Untung dengan Facebook Ads

Kalau di artikel sebelumnya kita sudah sempat belajar mengenai tips-tips berjualan dengan menggunakan platform Facebook secara gratis atau tak berbayar, kali ini kita akan belajar bagaimana cara membuat Facebook Ads yang tepat dan tentunya menguntungkan.

Apabila kamu sudah pernah mencoba menggunakan FB Ads namun gagal, mungkin ada beberapa aspek yang kurang optimal dan perlu lebih perhatikan ketika menyusun FB Ads mu. Banyak dari pemasang iklan terus mencoba menggunakan ads setiap harinya dengan menggunakan berbagai gambar yang berbeda, mengubah demografis target atau bahkan hanya mengulang-ngulang ads yang sama namun tak kunjung mendapat hasil yang menguntungkan.

Nah, kamu tentu tidak mau kan berakhir dengan hanya mengucurkan dana  begitu saja ke tangan Facebook tanpa mendapatkan benefit apapun dari ads tersebut. Berikut ini adalah berbagai tips yang bisa kamu gunakan untuk mencegah hal tersebut terjadi. Yuk simak baik-baik !

1. Kenali Pelangganmu

Hal ini sangat penting dan krusial dalam menentukan sebuah kampanye Ads. Kenali terlebih dahulu siapa target market mu seperti kota domisili, jenis kelamin, usia, minat, dan berbagai kategori spesifik lainnya seperti status hubungan, daya beli dan lain sebagainya. Apabila kamu sudah mengenali siapa pelangganmu, maka dengan mudah kamu bisa menyusun konten Ads yang akan kamu buat. Misalnya saja target marketmu adalah wanita usia remaja – dewasa yang kebanyakan impulsive melakukan pembelian. Maka, alih-alih mengarahkan mereka kepada website mu, kamu bisa langsung mengarahkan mereka ke halaman order atau pembelian.

2. Gelitik Emosional Pelanggan

Copy writing yang baik belum tentu dapat menutupi penawaran yang buruk, namun penawaran menarik akan tetap sukses walaupun dengan copy writing yang buruk” – Neil Patel

Maksud dari perkataan di atas adalah ketika kita akan membuat sebuah Ads, kita harus dapat memberikan penawaran yang menarik dan unik agar pelanggan tertarik untuk melirik atau bahkan membeli produkmu. Penawaran mainstream seperti “Dapatkan diskon 50% untuk pembelian produk A” atau “Gratis tambahan produk dengan membeli paket B” dan lain sebagainya memang mungkin dapat menarik pelanggan, namun ada baiknya kita mencoba menggali penawaran dari sudut pandang lain seperti misalnya “Ikut berdonasi untuk korban bencana dengan membeli produk C” atau “Dengan membeli produk D, kamu ikut memberi makan 3 tunawisma di Surabaya” dan lain sebagainya.

Dengan melakukan promosi di atas, maka bisa jadi orang yang sedang tidak ingin berbelanja menjadi tertarik karena dengan melakukan pembelian, mereka juga merasa telah melakukan suatu kebaikan. Memang tidak seluruh penjualan harus disandingkan dengan kegiatan amal, namun ada baiknya kalau kamu sesekali melakukannya untuk menarik emosi pelanggan dan mendorong pembelian.

Selain itu, kamu juga bisa menilik bagaimana kompetitormu melakukan promosi dan mengakalinya dengan caramu sendiri dengan memberikan penawaran yang lebih menarik.

3. Temukan Formulasi Iklan Terbaik

Untuk menhasilkan iklan yang sukses, maka kamu tentu perlu mencri ‘formula’nya terlebih dahulu. Ada banyak komponen iklan yang perlu kamu perhatikan berikut komposisi yang tepat untuk memadukan seluruh komponen tersebut. Beberapa komponen yang perlu diperhatikan adalah seperti :

  • Desain iklan meliputi gambar, teks, judul, CTA (call to action), dan nilai jual.
  • Demografis Target Kampanye meliputi kota, jenis kelamin, usia, minat, dan berbagai kategori spesifik lainnya seperti status hubungan, daya beli dan lain sebagainya.
  • Lain-lain seperti landing page tujuan ketika pelanggan men-klik iklan, posisi penempatan iklan, tujuan iklan dan jenis iklan.

Untuk memastikan formula yang terbaik, perlu diperhatikan bahwa tidak boleh ada asumsi apapun atas sebuah iklan. Yang harus kamu lakukan adalah menguji berbagai komposisi iklan dan jangan lupa menganalisanya untuk membandingkan iklan seperti apa yang memiliki performa lebih baik dibanding lainnya. Satu hal yang perlu diingat adalah segera hentikan kampanye yang tidak berhasil dan lakukan apa yang berhasil saja walaupun hasil ini mungkin berbeda dengan pemikiran Anda.

4. Tentukan Goal Praktis

Banyak orang yang mengeset goal yang terkesan terlalu besar dan di atas angan. Hal inilah yang perlu kamu hindari. Misalnya saja kamu mempunyai  target memenuhi penjualan sebanyak 10.000 produk dalam satu tahun, maka kamu perlu mebagi target ini menjadi lebih praktis. Apabila kamu ingin memenuhi target tersebut, maka kamu perlu menjual sebanyak 834 produk setiap bulan, ini berarti kamu harus bisa menjual sekitar 28 produk per harinya. Angka ini lah yang perlu kamu jadikan patokan sehingga kamu akan lebih mudah memonitor pencapaian terget bisnis mu, termasuk target pada saat pemasangan FB Ads.

5. Analisa Hasil Penjualan

Banyak orang mengandalkan dan hanya memperhatikan jumlah view, reach dan click dari sebuah FB Ads dan menomorduakan penjualan mereka sendiri. Mereka beranggapan apabila jumlah click sudah cukup banyak, maka iklan tersebut telah berhasil dan berharap bahwa penjualan akan menyusul dengan sendirinya. Jumlah metriks-metriks ini memang perlu menjadi perhatian, namun lupa, yang paling utama adalah hasil penjualan dari iklan itu sendiri.

Apabila hasil jumlah penjualanmu tidak menutupi modal yang kamu keluarkan untuk memasang iklan dan modal dari produk itu sendiri, maka mungkin ada yang salah dengan iklanmu dan kamu perlu menghentikannya sebelum kerugian yang kamu alami semakin besar. Selain itu, jangan lupa mencatat iklan mana yang mendatangkan revenue sehingga kamu dapat menghentikan iklam yang tidak menghasilkan keuntungan untuk bisnis olshopmu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.